Kenapa Plantar Fasciitis Sering Terjadi pada Pelari dan Pekerja yang Banyak Berdiri? ADMIN FISIOS FISIOTERAPI Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum nyeri pada tumit. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plantar fascia—jaringan tebal yang membentang dari tumit hingga jari kaki—mengalami peradangan atau iritasi akibat tekanan berulang. Masalah ini sering dialami oleh pelari maupun pekerja …
Kenapa Plantar Fasciitis Sering Terjadi pada Pelari dan Pekerja yang Banyak Berdiri?

Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum nyeri pada tumit. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plantar fascia—jaringan tebal yang membentang dari tumit hingga jari kaki—mengalami peradangan atau iritasi akibat tekanan berulang. Masalah ini sering dialami oleh pelari maupun pekerja yang banyak berdiri, seperti kasir, tenaga medis, pekerja pabrik, hingga guru.
Mengapa dua kelompok ini paling sering mengalami plantar fasciitis? Berikut penjelasannya.
1. Beban Tekanan Berulang pada Telapak Kaki
Pada pelari, setiap langkah memberikan tekanan besar pada tumit dan lengkungan kaki. Saat berlari, kaki harus menahan beban tubuh berkali-kali lipat dibandingkan saat berjalan.
Sementara itu, pekerja yang berdiri lama juga memberikan tekanan konstan pada bagian bawah kaki selama berjam-jam. Tekanan yang terus-menerus ini membuat jaringan plantar fascia menjadi tegang, mikro-robek, dan akhirnya meradang.
2. Kurangnya Waktu Pemulihan
Pelari yang berlatih terlalu intens tanpa waktu istirahat cukup berisiko mengalami overuse injury. Jaringan plantar fascia yang seharusnya pulih justru terus digunakan, sehingga kerusakan kecil dapat berkembang menjadi peradangan.
Hal yang sama terjadi pada pekerja yang berdiri sepanjang hari tanpa kesempatan untuk duduk atau meregangkan kaki.
3. Sepatu yang Tidak Mendukung Lengkungan Kaki
Pemilihan sepatu yang kurang tepat juga menjadi faktor penting.
Pada pelari:
Sepatu yang sudah aus
Sepatu tanpa support arch yang baik
Pada pekerja:
Sepatu kerja yang terlalu tipis
Sol yang keras tanpa bantalan
Sepatu yang tidak memberikan dukungan yang baik membuat plantar fascia bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
4. Struktur Kaki Tertentu
Beberapa bentuk kaki lebih rentan mengalami plantar fasciitis, seperti:
Flat feet (kaki datar)
High arch (lengkungan kaki terlalu tinggi)
Pola berjalan yang tidak seimbang
Struktur kaki ini dapat meningkatkan ketegangan pada jaringan plantar fascia, terutama saat berlari atau berdiri lama.
5. Otot Betis dan Kaki yang Kaku
Kekakuan pada otot betis dan tendon Achilles juga dapat meningkatkan risiko plantar fasciitis. Ketika otot di bagian belakang kaki terlalu tegang, tekanan pada telapak kaki akan semakin besar.
Pelari yang kurang melakukan stretching dan pekerja yang jarang menggerakkan kaki saat berdiri lama lebih mudah mengalami kondisi ini.
Gejala Plantar Fasciitis yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda umum plantar fasciitis antara lain:
Nyeri tajam di tumit saat langkah pertama di pagi hari
Nyeri setelah berdiri lama
Rasa sakit saat berjalan setelah duduk lama
Tumit terasa kaku atau sensitif saat ditekan
Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara Mengurangi Risiko Plantar Fasciitis
Untuk mencegah kondisi ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Menggunakan sepatu dengan dukungan lengkungan yang baik
Melakukan stretching betis dan telapak kaki secara rutin
Mengatur intensitas latihan bagi pelari
Menggunakan alas kaki yang empuk saat bekerja lama
Melakukan terapi seperti fisioterapi, terapi manual, dan latihan penguatan kaki
Pendekatan terapi yang tepat dapat membantu mengurangi peradangan, memperbaiki fleksibilitas, serta mengembalikan fungsi kaki secara optimal.







