Klinik fisioterapi dan rehabilitasi Pantai Indah Kapuk ( PIK )

  • Senin - Sabtu: 9:00 - 18:00 Minggu & Tanggal Merah: Tutup
  • Apotek Dunia Sehat LT.3 PANTAI INDAH KAPUK Ruko Crown Golf, The Golf, Jl. Marina Raya RT.6/RW.2. Kel. Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.

Kenapa Plantar Fasciitis Sering Terjadi pada Pelari dan Pekerja yang Banyak Berdiri?​

Kenapa Plantar Fasciitis Sering Terjadi pada Pelari dan Pekerja yang Banyak Berdiri? ADMIN FISIOS FISIOTERAPI Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum nyeri pada tumit. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plantar fascia—jaringan tebal yang membentang dari tumit hingga jari kaki—mengalami peradangan atau iritasi akibat tekanan berulang. Masalah ini sering dialami oleh pelari maupun pekerja …

Plantar Fascitis

Kenapa Plantar Fasciitis Sering Terjadi pada Pelari dan Pekerja yang Banyak Berdiri?

Plantar Fascitis

Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum nyeri pada tumit. Kondisi ini terjadi ketika jaringan plantar fascia—jaringan tebal yang membentang dari tumit hingga jari kaki—mengalami peradangan atau iritasi akibat tekanan berulang. Masalah ini sering dialami oleh pelari maupun pekerja yang banyak berdiri, seperti kasir, tenaga medis, pekerja pabrik, hingga guru.

Mengapa dua kelompok ini paling sering mengalami plantar fasciitis? Berikut penjelasannya.

1. Beban Tekanan Berulang pada Telapak Kaki

Pada pelari, setiap langkah memberikan tekanan besar pada tumit dan lengkungan kaki. Saat berlari, kaki harus menahan beban tubuh berkali-kali lipat dibandingkan saat berjalan.

Sementara itu, pekerja yang berdiri lama juga memberikan tekanan konstan pada bagian bawah kaki selama berjam-jam. Tekanan yang terus-menerus ini membuat jaringan plantar fascia menjadi tegang, mikro-robek, dan akhirnya meradang.


2. Kurangnya Waktu Pemulihan

Pelari yang berlatih terlalu intens tanpa waktu istirahat cukup berisiko mengalami overuse injury. Jaringan plantar fascia yang seharusnya pulih justru terus digunakan, sehingga kerusakan kecil dapat berkembang menjadi peradangan.

Hal yang sama terjadi pada pekerja yang berdiri sepanjang hari tanpa kesempatan untuk duduk atau meregangkan kaki.


3. Sepatu yang Tidak Mendukung Lengkungan Kaki

Pemilihan sepatu yang kurang tepat juga menjadi faktor penting.

Pada pelari:

  • Sepatu yang sudah aus

  • Sepatu tanpa support arch yang baik

Pada pekerja:

  • Sepatu kerja yang terlalu tipis

  • Sol yang keras tanpa bantalan

Sepatu yang tidak memberikan dukungan yang baik membuat plantar fascia bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.


4. Struktur Kaki Tertentu

Beberapa bentuk kaki lebih rentan mengalami plantar fasciitis, seperti:

  • Flat feet (kaki datar)

  • High arch (lengkungan kaki terlalu tinggi)

  • Pola berjalan yang tidak seimbang

Struktur kaki ini dapat meningkatkan ketegangan pada jaringan plantar fascia, terutama saat berlari atau berdiri lama.


5. Otot Betis dan Kaki yang Kaku

Kekakuan pada otot betis dan tendon Achilles juga dapat meningkatkan risiko plantar fasciitis. Ketika otot di bagian belakang kaki terlalu tegang, tekanan pada telapak kaki akan semakin besar.

Pelari yang kurang melakukan stretching dan pekerja yang jarang menggerakkan kaki saat berdiri lama lebih mudah mengalami kondisi ini.

Gejala Plantar Fasciitis yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda umum plantar fasciitis antara lain:

  • Nyeri tajam di tumit saat langkah pertama di pagi hari

  • Nyeri setelah berdiri lama

  • Rasa sakit saat berjalan setelah duduk lama

  • Tumit terasa kaku atau sensitif saat ditekan

Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mengurangi Risiko Plantar Fasciitis

Untuk mencegah kondisi ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Menggunakan sepatu dengan dukungan lengkungan yang baik

  2. Melakukan stretching betis dan telapak kaki secara rutin

  3. Mengatur intensitas latihan bagi pelari

  4. Menggunakan alas kaki yang empuk saat bekerja lama

  5. Melakukan terapi seperti fisioterapi, terapi manual, dan latihan penguatan kaki

Pendekatan terapi yang tepat dapat membantu mengurangi peradangan, memperbaiki fleksibilitas, serta mengembalikan fungsi kaki secara optimal.

Book a Consultation

It’s easy and free!

Aryadhamarr Admin

Aryadhamarr Admin

Related Posts

Terapi Cedera Olahraga PIK untuk Pemulihan Atlet dan Aktivitas Harian Cedera olahraga tidak hanya dialami oleh atlet profesional. Orang yang rutin melakukan gym, berlari, bermain futsal, badminton, tenis, bersepeda, atau sekadar berolahraga di akhir pekan juga dapat mengalami cedera. ADMIN FISIOTERAPI FISIOS Nyeri otot, keseleo, cedera ligamen, masalah lutut, nyeri bahu, hingga cedera tendon dapat …

Rekomendasi Tempat Fisioterapi Terbaik di PIK Jakarta Utara untuk Berbagai Keluhan Nyeri Mengalami sakit pinggang, nyeri leher, bahu kaku, lutut terasa sakit, atau cedera setelah berolahraga? Fisioterapi dapat menjadi salah satu pilihan penanganan untuk membantu mengurangi keluhan sekaligus mengembalikan fungsi dan kemampuan gerak tubuh. ADMIN FISIOTERAPI FISIOS Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan …

Fisioterapi Sakit Pinggang PIK: Solusi Nyeri Pinggang Tanpa Operasi Nyeri pinggang merupakan keluhan yang dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari duduk, berdiri, berjalan, hingga tidur. Kondisi ini dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan sering kali berkaitan dengan postur tubuh, aktivitas fisik berlebihan, cedera, maupun kebiasaan duduk terlalu lama. ADMIN FISIO FISIOTERAPI Bagi masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *